Putri saya, mirip kakeknya. Ia teliti. Bahkan saat ngambek.
Pujian yang kami lancarkan untuk merayunya agar tersenyum lagi, harus lengkap.
Kalau tidak, ia akan melengkapinya. Dengan bahasanya yang khas seorang anak
yang belum genap 2 tahun. Dan, tentu saja, cemberutnya.
Mungkin kelak – pikir saya - ia akan jadi orang yang
mencermati hal-hal kecil. Hal-hal tidak penting. Tapi it’s okey nak.
Percayalah, tidak ada hal-hal besar tanpa hal-hal kecil. Tidak ada koruptor
besar kalau tidak ada uang receh – sebab 1 trilyun tidak akan jadi 1 trilyun
kalau kurang 50 perak! Tidak ada saku-saku celana besar – untuk menyimpan uang
trilyunan itu, kalau tidak ada saku-saku kecil.
Lho, memangnya ada saku-saku kecil?
Anda sedang memakai celana jeans? Coba lihat di saku besar
bagian depan. Ada saku kecil di situ. Untuk apa ya? Menyimpan uang receh? Untuk gantungan jempol saat Anda kehabisan gaya ketika difoto? Hhah… waktunya
Anda belajar soal hal-hal kecil.
Dari saku ini sebenarnya sejarah panjang dan besar sebuah
jenis tekstil bernama blue jeans bisa dipahami. Anda tahu dong, blue jeans
dipopulerkan oleh Levi Strauss sejak 1880. Hanya 8 tahun setelah ia membawa
jeans masuk ke Amerika Serikat. Jadi, yakinlah, jeans bukan bahan pakaian asli buatan Amerika Serikat. Seyakin batik bukan milik Malay yang siah itu!
Jeans pertama kali dibuat di Genoa, Italia sekitar tahun
1560-an. Celana yang dibuat dari bahan ini biasa dipakai oleh anggota Angkatan
Laut. Orang Perancis, menyebut celana ini ‘bleu de Genes’ atau Biru Genoa.
Kenapa biru? Ya, karena biasa dipakai seragam Angkatan Laut yang seringkali
menggunakan warna biru sebagai warna utama.
Levi Strauss saat itu berusia dua puluh tahunan ketika
datang ke California, Amerika Serikat, untuk mengadu nasib sebagai pedagang
pakaian. Dagangannya habis. Karena kepepet, ia memotong-motong kain kanvas
tendanya. Lalu, membuat beberapa celana dari potongan-potongan kain kanvas itu.
Beberapa penambang emas membelinya. Dan menyukainya. Menurut mereka celana Levi
Strauss tahan lama dan tidak mudah koyak meski digunakan untuk bekerja berat.
Dasar pedagang, Levi Strauss menangkap peluang ini. Ia
lantas memesan Bleu de Genes dari Genoa, mengubah namanya menjadi Blue Jeans,
sesuai aksen Amerika Serikat. Dilalah, para penambang emas California makin
menyukai celana buatan Levi Strauss. Mereka menyebutnya “those pants of Levi’s”
atau “Celananya si Levi”. Selanjutnya... ya Anda benar. Jadilah merek dagang
jeans pertama di dunia! Levi Strauss lantas menggandeng Jakob Davis untuk
bekerja sama membangun pabrik jeans pertama. Produk mereka yang pertama adalah
Levi’s 501. Jadi, maklum saja kalau jenis ini makin mahal sekarang.
Produk-produk awal
memang dikhususkan bagi para penambang emas. Didesign memiliki 5 saku ;
dua di depan, dua dibelakang dan 1 saku kecil di saku depan kanan. Untuk apa?
Untuk menyimpan butiran-butiran emas kecil yang ditemukan penambang!
Nah, betul kan. Kecil itu bisa mahal! Dan penting!
Saya tidak tahu apakah Anda pernah menggunakan saku kecil ini. Kalau saya sih, biasanya menggunakannya untuk menyimpan uang receh dan flash disk yang selalu saya bawa. Pernah juga saya gunakan untuk meyimpan sebelah kaca dari kaca mata saya yang tiba-tiba lepas. Juga cincin kawin kalau dapat rezeki bertemu narasumber cantik. :p

Tidak ada komentar:
Posting Komentar